Polusi sendiri bila terus dibiarkan berlarut-larut dan tanpa ada
penanganan akan sangat bisa membahayakan kehidupan manusia. Berbagai
cara telah dilakukan manusia untuk mencegah atau setidaknya menghambat
terjadinya polusi mulai dari membuat tempat khusus untuk membuang
limbah, menetralisir bahan polutan dalam limbah dan lain sebagainya.
Supaya pencegahan terhadap polusi bisa membawa hasil yang maksimal maka
diperlukan pengendalian lingkungan yang berdasarkan pada baku mutu
lingkungan.
Berbicara mengenai polusi tentunya tidak akan lengkap bila tidak
dilengkapi dengan Polutan. Polusi sendiri bisa terjadi karena adanya
polutan. Jadi disini yang dimaksud dengan polutan adalah zat atau benda
pencemar yang bisa menimbulkan pencemaran baik langsung maupun tidak
langsung, contohnya: Sampah.
Polutan sendiri dibagi menjadi beberapa bagian yakni ada 4:
1. Polutan Kimiawi
Polutan kimiawi adalah polutan yang bentuknya senyawa kimia yang
kosentrasinya sangat (cukup) tinggi sehingga dapat menimbulkan
terjadinya pencemaran. Contohnya Gas karbon dioksida (CO2)
2. Polutan Biologis
Merupakan polutan yang berbentuk makhluk hidup yang bisa menimbulkan terjadinya pencemaran. Contohnya saja tumbuhan gulma.
3. Polutan fisik
Polutan fisik adalah polutan yang fisiknya (bodinya) dapat menimbulkan
pencemaran. Contohnya adalah : Besi tua yang sudah tidak digunakan dan
di buang.
4. Polutan sosial budaya
Merupakan polutan yang bentuknya berupa perilaku dan budaya yang tidak
sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku di msyarakat setempat
sehiingga bisa menimbulkan terganggunya kehidupan sosial masyarakat.
Contohnya adalah tawuran.
Pencemaran yang terjadi di lingkungan dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Sejarah yang
ada menunjukkan semakin kesini lingkungan malah semakin menjadi kumuh
dan terjadi banyak sekali polusi dan pencemaran. Contohnya saja bisa
dilihat pada sungai-sungai yang ada di Jakarta, sebenarnya hal tersebut
lebih pantas untuk di panggil sampah berjalan daripada sungai. Semua ini
tergantung dari kita manusia apakah bisa mencegah terjadinya polusi
atau justru ikut menimbulkan terjadinya polusi semakin parah.
Polusi sendiri masih dibagi menjadi 4, yakni:
1. Polusi udara
Polusi udara (pencemaran udara) merupakan pencemaran yang terjadi di
udara. Polusi udara biasanya terjadi karena polutan yang berbentuk gas
ataupun zat partikel. Contoh zat yang dapat menimbulkan polusi udara
adalah: Gas Karbon Dioksida (CO2), karbon dioksida (CO), HzS, NO2 dan
SOZ.
2. Polusi Air
Pencemaran air atau polusi air merupakan polusi atau pencemaran yang
terjadi dalam lingkungan air. Zat (polutan) yang dapat menimbulkan
polusi air diantaranya adalah: Limbah cair Industri, Pb, Insektisida
yang digunakan oleh para Petani, Hg, CO dan Zn.
3. Polusi Suara
Sesuai namanya polusi atau pencemaran suara merupakan polusi yang
terjadi dalam bentuk suara (gelombang). Polusi suara biasanya terjadi
karena ada suara bising dan deru mesin kendaraan. Selain itu polusi
suara juga bisa terjadi karena segala macam hal yang bisa mengganggu
pendengaran, baik itu mesin pabrik suara mesin penebang pohon dan masih
banyak lagi.
4. Polusi tanah
Pencemaran tanah atau polusi tanah merupakan polusi yang terjadi didalam
lingkungan tanah. Contoh zat atau polutan yang bisa menimbulkan polusi
tanah antara lain: Sampah botol, Sampah plastik, Sampah karet (ban
bekas), dan segala macam sampah yang dibuang ditanah.
Sudah panas gini karena global warming (pemanasan global)
masih ditambah dengan polusi. Polusi atau pencemaran tidak akan terjadi
jika kita bisa membuang sampah pada tempatnya dan bisa mengelola sampah
penimbul polutan setiap harinya. Saat ini khususnya di Indonesia banyak
sekali sungai yang tercemar karena ulah dari manusia itu sendiri.
Banyak manusia yang membuang sampah di sungai, membuang limbah pabrik di
sungai dan bahkan sampai membuang hajat juga di sungai. Kalau kita mau
melihat jauh kedapan kita akan sadar akan apa yang telah kita lakukan,
kita membuang sampah di sungai kita sendiri yang kena banjir dan
penyakit.
Meskipun fenomena alam seperti Gunung meletus, tanah longsor dan juga
gempa bumi bisa menimbulkan kualitas dari lingkungan menurun namun hal
tersebut tidaklah terjadi secara terus menerus. Tidak seperti kita yang
selalu dengan terus menerus membuang sampah di sungai sehingga
menyebabkan air sungai tercemar. Sebenarnya terdapat banyak cara yang
bisa kita lakukan untuk paling tidak memperlambat terjadinya polusi yang
semakin parah ini, mulailah dengan kesadaran diri sendiri dengan tertib
membuang sampah pada tempatnya dan ingatkan orang lain yang membuang
sampah secara sembarangan terutama di sungai. Berhubung sungai merupakan
tempat bagi air untuk berjalan dan kita semua tau bahwa kita tidak akan
dapat hidup tanpa adanya air dan udara maka polusi udara dan air harus
kita utamakan untuk kita berantas, meskipun sebenarnya semua jenis
polusi juga harus kita berantas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar